Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1

28 Januari, 2009

Membuang racun dengan khelasi


Tanpa disadari, dalam kehidupan sehari-hari kita menyerap racun dari polusi udara, bahan kimia dalam makanan dan minuman, obat-obatan, serta kosmetika yang tidak terpikirkan oleh kita.
Semakin lama, seiring dengan perjalanan waktu jumlah racun di dalam tubuh pun akan bertambah. Akumulasi racun yang bertahun-tahun itu dapat melemahkan daya tahan tubuh, menurunkan fungsi natural detox tubuh dan akan menyebabkan munculnya berbagai penyakit mulai dari alergi hingga kanker.
Apabila tidak melakukan pola hidup sehat terutama bagi orang-orang yang tinggal di kota besar atau di kawasan industri yang lingkungannya tercemar, dapat memperburuk tingkat kesehatan.
Pencemaran lingkungan itu dapat berasal dari asap kendaraan, asap pabrik, buangan limbah pabrik, residu pemakaian bahan pestisida pada sayur-sayuran dan buah-buahan, makan ikan dari laut yang tercemar atau memakai kosmetika yang mengandung merkuri.
Banyak faktor yan menyebabkan unsur logam berat dapat masuk ke dalam darah. Jika jumlah logam berat di dalam darah melebih dari batas toleransi tubuh, akan dapat menyebabkan kesehatan menurun.
Seiring dengan kemajuan teknologi, kini banyak ditawarkan terapi untuk membantu pembuangan bahan beracun dari dalam tubuh (detox) dan meningkatkan fungsi detox alami yang dilakukan oleh ginjal, paru-paru, hati, darah dan sistem pembuangan.
Ada beberapa pilihan detox seperti hydrocolon therapy (membuang racun di dalam usus besar), coffe enema (mengeluarkan racun yang terdapat di dalam hati), ozone therapy atau chelation theraphy.
Chelation theraphy (terapi kelasi) berfungsi untuk membuang logam berat dalam darah. Logam berat beracun itu dapat berupa arsenik, timbal hitam, cadmium, aluminium, uranium, antimony, beryllium, dan merkuri.
Menurut penelitian, logam berat dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh, tetapi dalam jumlah besar akan menyebabkan keracunan yang dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh dan rusaknya organ dan saraf utama.
Praktisi Clinique Suisse Jakarta dokter Catherine Tjahjadi mengatakan apabila kandungan merkuri banyak terdapat di dalam darah akan berdampak pda menurunnya kesehatan antara lain pada dermatitis pada pergelangan tangan dan kaki, sering sakit kepala, rambut rontok, iritasi kulit, keseimbangan, ginjal, sistem saraf, rasa gatal-gatal di sekitar bibir, sensasi kebakaran pada tangan dan kaki, tidak terkontrol atau merasa was-was.
Sumber logam berat itu antara lain berasal dari beberapa pestisida, pabrik baterai, campuran tambal gigi, ikan yang tercemar, limbah kimia, pembakaran bahan bangunan industri, beberapa fungisida, krim pemutih kulit, kamar gelap foto, industri elektronik, beberapa obat, sejumlah vaksin.
Untuk mendiagnosis kadar logam berat di dalam tubuh, kata Catherine, dapat dilakukan dengan tes rambut, atau tes darah.

Membuang logam berat

Terapi khelasi, kata Catherine, dapat membuang logam berat beracun di dalam darah dan juga plak yang menyumbat pembuluh darah, sehingga dapat menjadi alternatif bagi orang-orang yang mengalami penyempitan pembuluh darah yang berpengaruh pada penyakit tekanan darah tinggi ataupun penyakit jantung koroner.
"Terapi khelasi dapat menjadi alternatif baru tanpa operasi untuk penyempitan pembuluh darah jantung," ungkap Catherine.
Proses terapi tersebut, katanya, sama seperti melakukan infus yang di dalamnya terdapat bahan ethylenediaminetetra-acetic acid (EDTA), vitamin C, mineral dan trace element yang berfungsi sebagai agen pengikat untuk mengeluarkan kotoran metabolik dan racun metal dari tubuh dan dibuang melalui urin dan feses.
"Agen pengikat ini akan diracik sesuai kebutuhan masing-masing individu dan dimasukkan ke tubuh secara vit drips," kata Catherine.
ebelum melakukan terapi tersebut, dilakukan hair analysis atau urine heavy metal test untuk mengetahui berapa kadar logam berat yang terdapat di dalam tubuh pasien.
Tujuan tes itu juga untuk menentukan jumlah komposisi bahan pengikat yang akan dipakai untuk membuang bahan beracun itu. Terapi itu tidak hanya dilakukan satu kali, tapi juga beberapa kali bergantung pada banyak atau sedikit jumlah logam beracun yang akan dibuang sampai pada batas toleransi tubuh.
Di luar negeri, menurut Chaterine, terapi khelasi sudah dilakukan sejak 10-20 tahun lalu. Sementara itu, di Clinique Suisse Jakarta, klinik yang berada di bawah Clinique Suisse Singapura itu memberikan pelayanan terapi khelasi sejak 2007. Terapi tersebut, bisa dilakukan untuk semua umur, tapi dianjurkan untuk usia 17 tahun ke atas.

Reni Efita Hendry Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar